Teka teki "Riddle 2"

Anda hanya perlu memecahkan teka-teki dan mencari kejanggalan yang ada dalam cerita .

1. Di sebuah ruangan tanpa jendela yang terkunci dari dalam, seorang pria ditemukan mati gantung diri. Kakinya tidak menyentuh lantai. Ruangan nya benar-benar kosong. Tidak ada meja,  kursi atau apapun disana selain pria dan tali yang menggantung di langit-langit. Hanya ada genangan air di bawah kakinya. Bagaimana cara pria itu bunuh diri masih belum diketahui .



2. Ada 2 gadis kembar  identik, bernama Mandy & Melissa. Mereka tinggal bersama orangtua & saudara laki2 nya di sebuah rumah mewah di tepi kota. Semua orang cemburu kepada ke2 gadis itu karena ayahnya sangat kaya dan akan membelikan apapun yang mereka mau.
Di satu malam yang kelam, ke2 gadis itu diculik. Mata mereka sudah tertutup dan terikat dikursi ketika mereka terbangun. Mereka berdua sangat ketakutan dan mulai menangis.

Tiba-tiba,  Mandy mendengar seseorang berbisik di telinganya. Itu adalah penculiknya.
“Aku sudah menghubungi orangtuamu dan aku menuntut uang tebusan 1 juta dollar.” Dia bilang “Jika kamu kabur, aku akan bunuh Melissa”.

Lalu Melissa mendengar penculiknya berbisik di telinganya.
“Aku sudah menghubungi orangtuamu dan aku menuntut uang tebusan 1 juta dollar.” Dia bilang “Jika kamu kabur, aku akan bunuh Mandy.”

Siapakah  penculiknya?





3. Ada sesuatu yang menarik pada tanggal 6 May 1978, jam 12:34AM.
            Apa itu?
            …………………………………………………………………………………
            …………….
 Detektif Holmes sedang meninjau informasi yang dia dapatkan pada kasusnya sejauh ini.   Seorang wanita ditemukan mati ditembak dan Holmes sudah mempunyai daftar tersangkanya.  Yaitu John, Mark, Sarah, Henry dan Carol. Ditambah lima catatan yang diketahui berasal dari     pembunuhnya. Catatan pertama ditemukan di Supply room. Yang ke2 ditemukan di Art         room. Yang ke3 di Restroom. Yang ke4 di Animal shelter(Penampungan binatang). Dan yang     terakhir ada di Harbor (Pelabuhan). Disemua catatan yang di temukan terdapat            tulisan yang     sama yaitu “Petunjuk-petunjuknya ada dimana kamu menemukan catatan-    catatan             itu”. Namun     Holmes tidak mendapatkan petunjuk apapun di tempat dia     menemukan     catatan-catatan itu. Lalu dia melihat catatan itu lagi, dan mulai berfikir     lebih keras. Dan dengan cepat dia bisa            memecahkan kasusnya.
Siapa pembunuhnya??

.


4. Pada suatu malam aku diajak oleh kedua temanku untuk berburu hantu di sebuah rumah tua dimana dulunya pernah terjadi pembunuhan. “Aku dengar si pembunuh menjagal orang-orang ini” kata salah satu temanku. “Pasti arwah mereka benar-benar marah”
“Ya, aku dengar ini adalah pembantaian massal” sahut temanku yang lain. “Rupanya, si pembunuh mencongkel mata sang suami dan membacok sang istri dengan pisau yang besar. Kemudian dia mencekik anak-anaknya hingga tewas.”. “Apakah kalian benar-benar serius?” tanyaku, “atau kalian hanya menakut-nakutiku saja? Kalian tau betapa takutnya aku terhadap hantu.”
Pintu depan pun kami buka, kami berjalan sambil berpegangan tangan karena di dalam sana gelap total dan kami hanya berbekal satu lampu senter. Kami menelusuri ruang tamu dan dapur, kemudian turun ke ruang bawah tanah dimana pembunuhan keji tersebut terjadi. Kami masih bisa melihat dengan jelas darah bercipratan di tembok. Tempat ini memang benar-benar mengerikan, tapi kami tidak melihat satupun kejanggalan atau sesuatu yang aneh. Pada saat keluar dari ruang bawah tanah, aku bertanya kepada temanku.
“Aku tidak melihat satupun hal yang aneh, bagaimana dengan kalian?”
“Aku tidak”
“Aku juga tidak”
“Aku tidak melihat apapun”
Jadi memang benar-benar tidak ada hantu, aku merasa lega.





5. Emily mencoba untuk berkonsentrasi lagi ke buku pelajarannya ketika dia samar2 mendengar suara jejak langkah. Saat Emily keluar kamarnya dan melihat kesekeliling tiba2 ada yang mencengkram lehernya. Emily mencoba untuk berteriak tapi tidak bisa karena penyusup itu menekan tenggorokannya.
“Berikan semua uangmu!” ujar penyusup itu sambil menggeram.
“Di..Disana bukan di..sini! Tolong lepaskan aku!” seru Emily.
“JANGAN BOHONG!” teriak si penyusup semakin gelisah.
Emily merasa si penyusup itu semakin kuat mencengkram lehernya. Dia tidak bisa berkata apa2 dan beberapa detik berlalu dengan keheningan tiba2 telepon berdering.
“Orang akan curiga kalau aku tidak menjawab telpon,” ujar Emily, dengan nada suara yang terkontrol. Penyusup itu melepaskannya.
“Baiklah, tapi jangan macam2 denganku!” teriak penyusup itu. Emily segera menuju telpon. Dia mengambil nafas dalam2 dan mencoba menenangkan dirinya. Lalu dia angkat telponnya.
“Hai Em! Bagaimana revisinya?” Tanya si penelepon.
“Hey Anna. Terima kasih sudah menelpon. Hei, kamu ingat catatan Sains yang aku pinjamkan minggu lalu? Aku butuh catatan itu. Aku akan sangat tertolong jika kamu bisa mengembalikannya besok, darurat sekali. Tolong cepat temukan catatannya. Aku harus kembali belajar sekarang. Bye,” ujar Emily, lalu dia menutup telponnya. Sambil melepaskan cengkraman di leher Emily. Emily menghela nafas dalam2 dan hampir terjatuh. Dia menelan ludah dan berdoa dalam hati. Berjalan perlahan, menuju kamar ayahnya. Tiba2, mereka mendengar sirene mobil polisi. Penyusup kaget, seketika dia berlari ke jendela terdekat dan melompat keluar.
Emily pun berlari keluar untuk melihat si penyusup tertangkap dan di bawa ke mobil polisi. Dia melihat Anna dan berlari ke arahnya lalu memeluknya erat.
“Anak pintar,” ujar polisi.

Komentar

Postingan Populer